Contoh cara membuat Proposal
Pendidikan Ekonomi ( Ilmu Pengetahuan Sosial ) untuk mahasiswa unsyiah lengkap
Dalam postingan kali ini
nih kami akan membahas cara membuat proposal skripsi ekonomi dibidang
pendidikan tentunya buat mahasiswa unsyiah lagi lagi...
Hanya senbagai contoh
jika bagus kami ucapkan puji syukur alhamdulillah, jika tidak kami mohon
maaflah...
Cekidot eaaaa
Proposal
Judulnya
misalkan saja
Penggunakan Sistem Pendidikan Nasional (bab II
pasal 3)
Di
Susun oleh
Namamu
Terus masukkan Nim kamu, iya kamu :P
Logo universitas
syiah kuala gan
Jangan lupa
alamat lengkapnya
BAB I
yaitu PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Dalam, UU
No 20 Tahun 2003 tentang Penggunakan Sistem Pendidikan Nasional (bab II pasal
3) mengatakan fungsi Serta tujuan Pendidikan Nasional adalah sebagai berikut:
"Bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk Dan
Peradaban Bangsa Serta Yang bermartabat Illustrasi rangka mencerdaskan kahidupan
Bangsa, bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia
beriman Dan Yang bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu
Sehat, CAKAP, Kreatif, mandiri Dan menjadi Warga Negara Yang Demokratis Dan
bertanggung Jawab "(Depdiknas, 2003:8).
Belajar
merupakan suatu Company 's name Yang dilakukan oleh setiap individu guna
meningkatkan kemampuan Dan keterampilannya Illustrasi mencapai tingkat Prestasi
Belajar Artikel Baru atau kata Lain, Belajar merupakan upaya mendewasakan Diri,
lebih-lebih BAGI Siswa Yang Sedang Duduk di bangku Sekolah, mereka Belajar
tidak ADA hanti-hantinya BAIK di Sekolah maupun di Rumah. Berhasil tidaknya Dan
Belajar ITU Tergantung beberapa faktor. Adapun faktor-faktor Yang mempengaruhi
Prestasi Belajar Siswa ANTARA Lain faktor Yang ADA PADA Diri Sendiri individu
ITU Artikel Baru Yang disebut faktor individu, faktor Dan Yang ADA di Luar
individu Yang di sebut Artikel Baru faktor sisial (M. Ngalim Purwanto, 1991:
102). Faktor Yang ADA Illustrasi Diri individu di antaranya adalah Kesehatan,
kejiwaan (psikis), dan jumlah jiwa spiritual sedangkan faktor sisial ANTARA
Lain adalah consumption sector Dan geografis, keadaan Sekolah, keadaan
Keluarga, pergaulan BAIK di Sekolah maupun di Masyarakat. Illustrasi proses
imunisasi meliputi Belajar tentu ADA sesuatu tujuan Yang Akan dicapai oleh
setiap Anak yakni suatu Prestasi Belajar Yang Tinggi, namun tidak * Semua Anak
Akan mendapatkan Prestasi Belajar Yang Tinggi, Artikel Baru kata Lain ADA Anak
Yang memiliki Prestasi Belajar Tinggi, Dan ADA pula Anak Yang memiliki Prestasi
Belajar rendah, Artikel Baru adanya perbedaan Prestasi Belajar masing-masing
membawa dampak Akan Yang berbeda pula terhadap kepercayaan Diri Anak ITU
Sendiri. Seorang Anak Yang memiliki Prestasi Belajar Yang Tinggi, Akan lebih
cenderung memiliki sifat Yang Kreatif, memiliki daftar harga Diri, Tegas, Serta
lebih optimis menghadapi kehidupan Illustrasi (Kartini Kartono, 1985: 126).
Begitu pula sebaliknya seorang Anak Yang tidak memiliki Prestasi Belajar Yang
Tinggi, di sekolahnya Akan lebih cenderung berfikir pesimis, gugup, canggung,
minder Serta tidak memiliki kreatifitas.
PADA Sisi
Lain, ADA pula seorang Anak Yang memiliki Prestasi Belajar Yang Tinggi, kadang
tidak Mampu berfikir optimis, ragu-ragu bertindak Illustrasi, canggung, minder
Dan bahkan tidak memiliki kreatifitas, SEMENTARA ITU Anak Yang memiliki
Prestasi balajar rendah lebih Mampu mengambil keputusan, bersikap optimis ,
tidak ragu Illustrasi bertindak, memiliki daftar harga Diri, tidak canggung,
Serta Kreatif.
Kondisi
obyektif Yang terjadi di SMP Negeri 4 Kabupaten Bima banyak Anak Yang memiliki
Prestasi Belajar rendah, Hal inisial dapat dipengaruhi oleh sifat rendah Diri
Yang berlebihan Yang mempengaruhi Pribadi Anak BAIK secara internal yang secara
eksternal maupun. Faktor-faktor internal yang merupakan Segala sesuatu Yang
dibawa sejak lahir, BAIK Yang bersifat fisik maupun mental. Kejiwaan atau
Rohani Yang berwujud Pikiran, perasaan, kemauan, fantasi Dan sebagainya ikut
menentukan sifat Dan Pribadi seseorang seperti Cacat tubuh, Panjang pendek
Leher, Besar kecilnya Tengkorak, susunan Saraf, otot-otot, susunan Dan keadaan
Tulang. Sedangkan faktor eksternal merupakan Segala sesuatu Yang ADA di Luar
Diri manusia BAIK Yang Hidup maupun Yang mati, Yang Nyata maupun Yang abstrak.
Faktor eksternal inisial JUGA dapat berpengaruh terhadap sifat Percaya Diri
Anak. Adapun faktor eksternal Yang termasuk yaitu Customers Keluarga, Sekolah
Pelanggan Customers, Dan Pelanggan Customers sosial atau Masyarakat.
Adanya
kejadian Yang mengebabkan timbulnya konflk-konflik Serius PADA Anak atau Yang
mempengaruhi sifat rendah Diri Anak, diantaranya yaitu: kegagalan, kebimbangan,
Larangan-Larangan sisial, perlindungan orangutan bahasa Dari Tua Yang belebihan
ditolak oleh orangutan tuanya, suasana Keluarga Yang Harmonis Dan tidak Cacat
jasmani .
Kenyataan
Inilah Yang penulis dapat bahasa Dari survai pendahuluan di SMP Negeri 4
Kabupaten Bima, bahwa Siswa Yang berada di KBLI nihil menunjukan sifat Percaya
Diri Anak Sesuai Prestasi Belajar Yang dimiliki. Namun demikian apakah Tinggi,
atau rendah kepercayaan terhadap dirinya Anak ADA hubungannya Artikel Baru
Prestasi Belajar Anak?.
Berdasarkan
masalah nihil di Atas, Maka penulis Ingin mangadakan penelitian tentang: Hubungan
Antara Sifat Percaya Diri Baru Prestasi Balajar PADA Siswa SMP Negeri 1 Belo
Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2009/2010.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar Belakang masalah di Atas, dapat disusun Rumusan masalah yaitu sebagai
berikut: "Apakah ADA Hubungan Antara Sifat Percaya Diri Baru Prestasi
Balajar PADA Siswa SMP Negeri 1 Belo Kabupaten Bima Tahun Ajaran
2009/2010"
C. Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
Rumusan masalah di Atas Maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui inisial
Hubungan Antara Sifat Percaya Diri Baru Prestasi Balajar PADA Siswa SMP Negeri
1 Belo Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2009/2010.
D. Asumsi
penelitian
* Menurut
Surakhmad (Illustrasi Arikunto, 2001:15) asumsi EQUITY atau Postulat adalah
sebuah Titik Tolak pemikiran Yang kebenarannya diterima oleh penyelidik.
Berdasarkan Pendapat Ahli nihil, Maka Yang di maksud asumsi adalah anggapan
EQUITY Yang sudah di yakini kebenarannya Tanpa memerlukan pembuktian Lagi.
Jadi
asumsi EQUITY Dalam, penelitian inisial adalah sebagai berikut:
1)
Jawaban subjek Yang diberikan melalui angket sifat Percaya Diri Yang meliputi
Aspek-Aspek sifat Kreatif, perasaaan daftar harga Diri, Dan SIKAP optimis
merupakan jawaban Yang menggambarkan keadaan Siswa Yang sesungguhnya.
2)
Diskonto Yang diperoleh Siswa mencerminkan kemampuan sesungguhnya Siswa
3) Siswa
memiliki sifat Percaya Diri Tinggi, Maka Prestasi belajarnyapun Tinggi.
E.
Hipotesis Penelitian
Dalam,
Buku metodologi penelitian bahwa dijalaskan: Hipotesis barasal bahasa Dari kata
"hipo" Yang berarti Lemah Dan "tesa" Yang berarti
pernyataan, Maka Hipotesis adalah pernyataan Yang Masih Lemah kebenarannya Dan
Masih Perlu dibutuhkan kebenarannya, Acute suatu hipotesis sudah ditentukan
kebenarannya, Namanya Bukan hipotesis Lagi melainkan suatu test (Sutrisno Hadi,
1988: 257).
Dalam,
Buku Statistik Infresial dijelaskan bahwa, Hipotesis berarti atau dugaan atau
Asumsi teoritiknya Yang Masih Perlu dibuktikan kebenaran, jadi Hipotesis ITU
BENAR mempunyai kemungkinan Dan kemungkinan salat (IB. Netral, 1974: 27).
Sedangkan Suharsimi Arikunto (2001:71) berpendapat bahwa suatu jawaban Yang
bersifat SEMENTARA terhadap permasalahan penlitian, sampai Terbukti melalui
data yang dikumpulkan Yang.
Bahasa
Dari Pendapat para Ahli di Atas, Maka Yang dimaksud Artikel Baru hipotesis
adalah pernyatan Yang Masih diragukan kebenarannya, Maka Perlu dibuktikan
kebenarannya, sehubungan Artikel Baru penelitian inisial, Maka dapat diajukan
sebagai Hipotesis berikut: "Ada Hubungan Antara Sifat Percaya Diri Baru
Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri PADA 4 Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2009/2010
".
F.
Kegunaan Penelitian
Baru
adanya penelitian inisial Maka diharapkan berguna ANTARA Lain:
1) * Bagi
Siswa
Untuk
mengembangkan sifat Percaya Diri Siswa demi meningkatkan Prestasi belajarnya.
Salah satunya Artikel Baru Cara Belajar memotivasi Diri untuk lebih Giat
Belajar, lebih Percaya Diri, merasakan Artikel Baru KUAT bahwa Ingin berubah
Dan Ikhtiar kepada Allah.
2) * Bagi
Guru
Sebagai
upaya pengembangan peningkatan kualitas pengajaran Dan Artikel Baru senantiasa
memperhatikan sifat Percaya Diri Siswa guna meningkatkan Prestasi Belajar
mereka.
3) * Bagi
Peneliti
Sebagai
tambahan INFORMASI Dan untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti
Illustrasi bahasan Dan RUANG lingkup Yang lebih Luas.
G. RUANG
lingkup Penelitian
Yang
menjadi RUANG lingkup Illustrasi penelitian inisial adalah Siswa kelas II SMP
Negeri 1 Belo Kabupaten Bima years pelajaran 2009/2010 Yang mencakup hubungan
sifat Percaya Diri terhadap Prestasi Belajar.
1.
Variabel Penelitian
Variabel
adalah gejala bervariasi Cara Yang, Yang menjadi obyek penelitian (Arikunto,
2002:104). Berdasarkan pengertian nihil Maka Yang menjadi varibel Dalam,
penelitian inisial, adalah: Sifat Percaya dir adalah variabel Bebas, (X) atau
disebut variabel bebasnya, sedangkan Prestasi Belajar adalah variabel Terikat
(Y) atau disebut variabel dependen.
2. Subyek
Penelitian
Adapun
Yang menjadi subyek penelitian adalah adalah Siswa kelas II SMP Negeri 1 Belo
Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2009/2010.
3. KBLI
Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SMP Negeri 1 Belo Yang berlokasi di Jln. Lintas Belo Kecamatan
Belo Kabupaten Bima.
4. Waktu
Penelitian
Penelitian
inisial direncanakan berlangsung selama doa month bahasa Dari month April 2010
sampai Artikel Baru juni 2010 ..
H.
Definisi Operasional Variabel
Untuk
mengetahui Gambaran Yang jelas tentang substansi penelitian Serta agar
terhindar bahasa Dari kesalahan Dalam, memakai atau terjadinya makna ganda
terhadap istilah Yang digunakan Dalam, penelitian inisial Maka Peneliti
menjelaskan Hal-Hal sebagai berikut:
1.
Percaya Diri adalah keyakinan seseorang Akan kemampuan dirinya Sendiri, jadi
sifat Percaya Diri Yang dimaksud Illustrasi penelitian inisial adalah keyakinan
Siswa Akan kemampuan Diri Sendiri Artikel Baru mengespresikan SIKAP optimis,
Kreatif, Dan daftar harga Diri Yang Tampak secara Tetap Dalam, berbagai
keadaan.
2. Prestasi
Belajar adalah suatu Diskonto Yang menunjukan REVENUES tertinggi Illustrasi
Belajar Yang dicapai * Menurut kemampuan Anak Dalam, lingkungan kegiatan
Belajar oleh setiap Siswa di SMP Negeri 1 Belo Kabupaten Bima.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Sifat
Percaya Diri
Definisi
Sifat pecaya Diri
MANFAAT
Sifat Percaya Diri
Aspek-Aspek
Sifat Percaya Diri
B.
Prestasi Belajar
1.
Pengertian Prestasi Belajar
2.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
3.
Indikator Prestasi Belajar Tentang
C.
Hubungan Antara Sifat Percaya Diri Baru Prestasi Belajar Siswa
8
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Rancangan
Penelitian
Dalam,
Buku metodologi penelitian Administrasi dijelaskan bahwa: "Rancangan
penelitian merupakan Pedoman Yang berisi langkah-langkah Yang Akan Yang diikuti
oleh Peneliti untuk melakukan penelitian (Sugiyono, 2004:324). Illustrasi Hal
inisial Rancangan Yang di gunakan PADA penelitian adalah penelitian deskriptif
(menggambarkan) kuantitatif yaitu, untuk menjelaskan, menggambarkan, memberikan
Dan menguraikan suatu peristiwa Yang berhubungan Artikel Baru permasalahan Yang
diteliti.
Jadi
penelitian inisial Akan melihat pengaruh sifat Percaya Diri sebagai variabel
Bebas, (variabel X) terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Belo Kabupaten
Bima sebagai variabel Terikat (variabel Y). Data Yang diperoleh Peneliti
merupakan data yang murni Tanpa adanya intervensi bahasa Dari Unsur-Unsur Lain.
Peneliti hanya memanfaatkan data yang terkumpul Yang bahasa Dari penelitian Dan
Dokumentasi Sekolah klien untuk membuka posisi penelitian diadakan. Sehingga
paradigma penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
Penyunting
3.1 Paradigma penelitian
(Sugiyono,
2004:5)
Setelah
Amortisasi:
X: Sifat
Percaya Diri
Y:
Prestasi Belajar
B.
Populasi Dan Sampel Penelitian
1.
Populasi
Populasi
adalah wilayah generalisasi Yang terdiri Atas: obyek atau subyek Yang mempunyai
kuantitas Dan karakteristik tertentu Yang ditetapkan oleh Peneliti untuk
dipelajari Dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004:55). Sudjana
(1984:5) menyatakan "Totalitas Diskonto Yang mungkin REVENUES Menghitung
Dan mengukur kuantitatif maupun kualitatif bahasa Dari PADA karakteristik
tertentu mengenai sekumpulan obyek Yang lengkap Dan jelas Yang Ingin dipelajari
sifat-sifatnya dinamakan populasi.
Jadi
populasi Illustrasi penelitian inisial adalah seluruh Siswa kelas II SMP SMP
Negeri 1 BeloKabupaten Bima Yang berjumlah 154 Siswa Yang terbagi Illustrasi
Empat kelas yaitu, kelas II1, II2, II3 Dan kelas II4. Data diperoleh nihil bahasa
Dari Sekolah klien untuk membuka posisi penelitian.
Tabel 3.1
Populasi Penelitian
Kelas
JUMLAH
Siswa
II1
II2
II3
II4
40 Siswa
40 Siswa
36 Siswa
38 Siswa
JUMLAH
Siswa
154 Siswa
1. Sampel
* Menurut
Sugiyono (2004:56) sampel adalah sebagian bahasa Dari JUMLAH Dan karakteristik
Yang dimiliki oleh populasi nihil. JUMLAH anggota sampel sering dinyatakan
Artikel Baru ukuran sampel. Acute JUMLAH sampel Yang 100% Yang mewakili
populasi adalah sama Artikel Baru populasi, karena Acute semakin Besar JUMLAH
sampel mendekati populasi, Maka Peluang kesalahan generalisasi semakin Kecil
Dan begitupun sebaliknya. (Arikunto, 2002; 109) Pengambilan sampel Yang
representatif yaitu mewakili populasi Dalam, arti * Semua ciri-ciri atau
karakteristik Yang ADA PADA populasi tercermin Illustrasi sampel. Arikunto
(1998: 130) mengemukakan bahwa "Dalam, membicarakan persekolahan terdapat
adanya Kelompok SD, SLTP, SLTA. Kelompok-Kelompok nihil dapat dipandang sebagai
tingkatan atau strata. Demikian adanya kelas atau tingkatan dimasing-masing
tingkatan Sekolah, Kelompok atau tingkatan dinamakan cluster.
Berdasarkan
Uraian di Atas Maka tehnik pengambilan sampel diganakan adalah cluster random
sampling yang dimana pengambilan sampel tidak berdasarkan individu Siswa
melainkan Atas berdasarkan Kelompok (kelas) bahasa Dari populasi sehingga
memperoleh sampel Yang repeesentatif. Tehnik cluster random sampling Dalam,
penelitian dilakukan inisial Artikel Baru Cara mengacak kelas atau Kelompok
Dalam, populasi Yang terdiri Bahasa Dari 4 kelas Artikel Baru mengambil 2 kelas
sebagai sampel. Jadi sampel penelitian Dalam, inisial adalah kelas II1 Dan
kelas II4 Yang berjumlah sebesar 78 Siswa.
C.
Instrumen Penelitian
Instrumen
penelitian adalah Alat atau fasilitas Yang digunakan Peneliti dalammengunpulkan
Data agar pekerjaan lebih mudah Dan hasilnya lebih BAIK, Dalam, arti lebih
Cermat, lengkap Dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto,
2002:131). Sehingga Yang menjadi instrumen penelitian Illustrasi inisial
adalah:
1. Angket
Angket
adalah seperangkat pertanyaan tertulis Yang diberikan kepada subyek penelitian
untuk dijawab Sesuai Artikel Baru keadaan subyek Yang sebenarnya, Dalam, arti
tentang pribadinya, atau Hal-Hal Yang diketahui (Arikunto, 2002:201). Peneliti
Akan memberikan sejumlah pertanyaan tertulis Yang Akan dijawab secara tertulis
pula oleh responden Yang dianggap sebagai subyek. Maka angket Yang digunakan
Dalam, penelitian inisial bersifat Tertutup yaitu berisi pertanyaan-pertanyaan
Yang disertai pilihan jawabannya, responden tinggal memilih jawaban-jawaban
Yang telah disediakan Sesuai Artikel Baru keadaaan dirinya.
Yang
angket disebarkan bertujuan untuk mengumpulkan data yang tentang sifat Percaya
Diri Siswa Yang bersifat Tertutup berisi 30 JUMLAH soal Artikel Baru item yang
dibagi doa katagori yaitu, item Artikel Baru Dan pertanyaan positif negatif.
Barang positif bernomor GENAP * Semua Yang dimulai Bahasa Dari Nomor 2 sampai
Artikel Baru Nomor 30, sedangkan untuk barang negatifnya bernomor Ganjil *
Semua dimulai Bahasa Dari Nomor 1 sampai Artikel Baru Nomor 29, di mana setiap
item yang disediakan 2 (dua) alternatif jawaban Artikel Baru mengunakan Pola
PENILAIAN Skala Likert Artikel Baru menggunakan jawaban (a). ya, (b). tidak
pernah, Dan dilengkapi Artikel Baru alasan jawabanya. Dimana item yang positif
jawaban pilihan "a" diberi skor 3 (tiga), jawaban pilihan
"b" diberi skor 2 (dua),. Sedangkan untuk item yang negatif jawaban
pilihan "a" diberi skor 2 (dua), jawaban pilihan "b" diberi
skor 3 (tiga). Teknik angket PADA penelitian inisial digunakan untuk mengambil
data yang sifat Percaya Diri Siswa Yang dilihat PADA Indikator SIKAP optimis,
Kreatif Dan daftar harga Diri.
2.
Wawancara
Dalam,
Buku lembaga Bimbingan Dan konseling bahwa dijelaskan: "adalah merupakan
salat Satu menggunakan metoda untuk mendapatkan data yang Siswa Artikel Baru
mengadakan hubungan Langsung Artikel Baru informal / responden" (Bimo
Walgito, 1993: 63).
Wawancara
merupakan suatu tekhnik pengumpulan data yang Artikel Baru jalan mengadakan
KOMUNIKASI Artikel Baru Sumber data. KOMUNIKASI nihil dilakukan Artikel Baru
diolah secara lisan BAIK Langsung maupun tidak Langsung. Wawancara Langsung
yaitu apabila memperoleh surat keterangan Langsung bahasa Dari responden,
sedangakan wawancara tidak yakni apabila Ingin memperoleh surat keterangan
mengenai obyek pelelitian melalui orangutan Lain Langsung bahasa Dari responden
(Djumhur Dan Moch.Surya, 1975: 50).
Bahasa
Dari beberapa Pendapat di Atas menegaskan bahwa data yang diperoleh melalui
tanya Yang Jawab bahasa Dari Sumber Data disebut wawancara. Menggunakan metoda
wawancara Illustrasi penelitian inisial digunakan sebagai metoda analisis bantu
untuk memperoleh Gambaran Yang lebih jelas tentang sifat Percaya Diri Dan
Prestasi Belajar Siswa.
3.
Dokumentasi
Menggunakan
metoda Dokumentasi yaitu MENCARI Data mengenai Hal-Hal atau variabel Yang
berupa SETIABUDI, transkip, Buku, surat kabar, Majalah, prasasti, notulen
rapat, agenda Dan sebagainya (Arikunto, 2002:201). Untuk memperoleh data yang
Yang Sesuai Artikel Baru APA Yang menjadi maksud Dan tujuan Maka Perlu Dicari
seberapa JAUH INFORMASI ITU dapat diusahakan. Baru adanya Metode studi
Dokumentasi kitd dapat membandingkan Data Yang telah ADA Artikel Baru Data Yang
telah dikumpulkan.
Baru
demikian, bahwa inisial menggunakan metoda digunakan untuk memperoleh data-data
yang Yang Peneliti butuhkan Artikel Baru melalui PT BUMI-PT BUMI Yang ADA atau
Dokumen-Dokumen Yang ADA. Untuk Data sampel atau Prestasi diperoleh bahasa Dari
Diskonto raport. Data nihil digunakan untuk mengetahui Prestasi Belajar Siswa.
D.
Prosedur Penelitian
Prosedur
penelitian adalah langkah atau tahap Dalam, melakukan penelitian, yaitu sebagai
berikut:
1. Tahap
Persiapan
a.
Peneliti mengajukan judul skripsi kepada Ketua Program Studi Pendidikan
Matematika STKIP Bima.
b.
Peneliti mengajukan seminar usulan penelitian skripsi Sesuai Artikel Baru judul
Yang telah diajukan.
c.
Peneliti mengurus Izin penelitian bahasa Dari ketua STKIP Bima.
d.
Peneliti menyampaikan surat Izin penelitian Yang Akan ditujukan kepada Lembaga
atau KBLI penelitian.
2. Tahap
Pelaksanaan
a.
Peneliti mengadakan koordinasi Artikel Baru pihak Sekolah.
b.
Peneliti melakukan Observasi terhadap obyek Yang ditentukan Dan mencatat
Hal-Hal Yang dapat melengkapi Data penelitian
c.
Peneliti mengadakan penelitian Artikel Baru Data Yang diamati.
E. Tehnik
ANALISIS data
FARID
Manajemen Data merupakan lingkungan kegiatan Penghasilan kena pajak Data bahasa
Dari seluruh responden terkumpul. Sehingga Bahasa Dari analisis secara Data
Akan digunakan untuk membuktikan hipotesis Yang diajukan Peneliti. Untuk
menguji hipitesis PADA bab 1 Illustrasi penelitian inisial dipergunakan metoda
analisis statistik dan sebagai metoda analisis dilakukan analisa data.
Statistik adalah Cara-cara ilmiah Yang dipersiapkan untuk mengumpulkan,
menyajikan, Dan menganalisa data yang berwujud penyelidikan Artikel Baru
Angka-Angka (Hadi, 1984:221).
Jadi
menggunakan metoda statistik dan adalah suatu tehnik pengolahan data yang
bahasa Dari data yang diperoleh Artikel Baru Yang menggunakan tehnik
Matematika, BAIK Dalam, pengumpulan data, menyusun, memberi deskripsi,
menganalisa, Serta menarik kesimpulan bahasa Dari data yang diperoleh Artikel
Baru Yang mempergukan Angka Rumusan. Adapun alasan menggunakan metoda analisis
statistik dan ANTARA Lain:
1. Data
Yang dianalisa adalah data yang berupa Angka-Angka
2. Baru
menggunakan metoda analisis statistik dan, kesimpulan Dan keputusan diambil
Yang lebih mantap, teliti, Dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelum
dianalisis dilakukan terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA mengajukan hipotesis Yang
Akan diuji kebenarannya. Tujuan Pokok Bahasa Dari penyajian hipotesis inisial
ialah untuk mengetahui ADA tidaknya pengaruh doa variabel penelitian yaitu
sifat Percaya Diri ANTARA Artikel Baru Prestasi Belajar Siswa. Illustrasi
penelitian menggunakan metoda analisis secara inisial Data Yang digunakan
adalah analisis secara statistik dan koefesien korelasi product moment Artikel
Baru rumus skor mentah (Angka Kasar). Adapun langkah-langkah analisis secara
tehknik Data adalah sebagai berikut:
1.
Pengujian Hipotesis X terhadap Y
(Σ
X) (ΣY)
Σ
XY -
N
rxy =
(Σ
X) 2 (Σ X) 2
Σ
X2 - Σ X2 -
√
NN
Kerangan:
rxy =
Koofesien korelasi product moment ANTARA variabel X Dan Y
ΣXY =
REVENUES perkalian ANTARA variabel X Dan Y
X =
Variabel sifat Percaya Diri
Y =
Variabel Prestasi Belajar
N =
JUMLAH sampel (responden)
(Sutrisno
Hadi, MA, 1988: 294)
Dalam,
pengujian hipotesis Model statistikanya adalah:
(1) H0: b
= 0: Tidak ADA hubungan sifat Percaya Diri terhadap Prestasi Belajar Siswa
kelas II SMP Negeri 1 Belo Kabupaten Bima years pelajaran 2009/2010.
(2) Ha: b
¹ 0: Ada hubungan sifat Percaya Diri terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas II
SMP Negeri 1 Belo Kabupaten Bima years pelajaran 2009/2010
2. Uji
Statistik atau Uji t
Untuk Uji
statistik dan Yang digunakan adalah Uji t Artikel Baru rumus:
(Sugiyono,
2004:215)
Setelah
Amortisasi:
t: harga
t hitung
r:
koefisien korelasi Diskonto X terhadap Y
n: JUMLAH
sampel
3.
Memberikan interprestasi terhadap "t"
Kriteria
keputusan pengujian adalah membandingkan t hitung t tabel Artikel Baru:
(1) Acute
t hitung <t tabel Maka H0 diterima
(2) Acute
t hitung> t tabel Maka H0 ditolak
Tbk DAN
RUJUKAN
Amir,
Amran, 1997.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Pane Bima, CV. Usaha Tunggal
Arikuto,
2001. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
.........,
2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
.........,
1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Walgito,
Bimo, 1993. Lembaga Bimbingan Dan Penguluhan di Sekolah, Yogyakarta: Yayasan
peneltian Fakultas UGM.
Depdiknas.
2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi SIBOR. Jakarta: Balai Pustaka.
.
Hadi,
Sutrisno, 1984. Metodologi Penelitian I, Yogyakarta: Andi Offset
..................,
1988. Statistik 2, Yogyakarta: Andi Offset
Indun,
1986. Petunjuk Tehnik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta
Jumhur,
Dan Surya, Moh. 1975. Lembaga Bimbingan Konseling di Sekolah Dan (Guidace &
Konseling). Bandung: CV. Ilmu Bandung
.
Kartono,
Kartini, 1985. Kepribadian Siapakah Saya. Jakarta: C.V. Rajawali.
Netra,
IB, 1974. Metodologi Penelitian, Singaraja: Biro Penelitian Universitas.
Udayana.
Purwanto,
Ngalim, M, 1991. Administrasi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda karya
.
Sudjana,
Nana, Dkk, 1984. Menyusun Karya tulis Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sugiyono,
1999, menggunakan metoda Penelitian Bisnis Cetakan PERTAMA, Bandung: CV.
Alfabeta,
............,
2004. Statistika Untuk Penelitian, Bandung: CV. Alfabeta
Undang-undang
RI No 20 years 2.003 Telkomnika Tentang Pendidikan Nasional (Sisdiknas),
Bandung: Citra Umbara
Nah hanya
demikian saja ya ... coba saja semoga bermanfaat...
0 Comment to "CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN EKONOMI UNSYIAH"
Posting Komentar