Rabu, 26 Agustus 2015

Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Disini saya hanya membagikan contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar untuk skripsi anda,

Nah buat yang pertama sekali  anda tentunya harus membuat cover, contoh cover

Proposal
JUDUL YANG TELAH ANDA TENTUKAN
Di
Susun oleh :
Nama Anda
Nim Anda

LOGO UNIVERSITAS SYIAH KUALA

JURUSAN FAKULTAS DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
ALAMAT LENGKAP UNIVERSITAS SYIAH KUALA









Ok memasuki contoh penulisan proposal Penelitan dan penulisannya yang benar...

BAB I  PENDAHULUAN 

1.1              Latar Belakang Masalah 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum  - Disini akan berisikan tentang apa masalah sehingga anda mengangkat judul skripsi tersebut

1.2             Rumusan Masalah 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Intinya berisikan tentang umum permasalahan anda angkat sebagai judul,

1.3 Ruang Lingkup Penelitian 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Batasi masalah yang anda angkat guna biar nanti pertanyaan dari dosen penguji tidak melebar kemana-mana,

1.4 Tujuan Penelitian 
contoh Proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Tujuan anda ingin menelitinya kenapa, kalo bisa sertakana sebab-sebab serta penguatan guna menguatkan argumen anda nantinya didepan penguji,

1.5 Manfaat Penelitian 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Ya sebuah judul pasti akan diterima jika dosen kita mengetahui manfaatnya penelitian kita tentunya...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Sumber-sumber yang anda ambil jika bahan anda dari pustaka maka jangan lupa untuk mencatat semua halaman , tentu anda mengerti dengan membubuhkan footnotes di setiap halaman yang anda dapati guna mengingat buku, dan sumber referensi, dengan begitu dosen penguji akan diam saja...
  
BAB III METODOLOGI PENELITIAN  
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Dalam metodelogi penelitan ini mencakup beberapa hal... antara lain..

3.1 Objek Penelitian

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum - Misalkan sajalah anda mengambil kajian pustaka, objeknya ya buku-buku, jika anda mengambilnya dilapangan otomatis objeknya manusia atau mesin yang sedang anda teliti...

3.2 Metode Penelitian 

3.3 Teknik Pengumpulan Data 

3.4 Tahapan Penelitian 

3.5 Jadual Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

1)  Judul Usul Penelitian 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Judul harus  singkat, jelas dan informatif. Sebaiknya tidak lebih dari dua belas kata. 
Nanti saya akan mengupdated judul-judul yang cocok untuk anda

2)  Latar Belakang Masalah 

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Latar belakang berisikan seperti uraian berupa konsepgejala dan dugaan dalam suatu sistem atau teknologi penguraian anda harus buat ringkas lengkap, lugas logis, sistematis, dan lugas. Keterangan yang diuraikanpun  disajikan/di olah dalam bahasa yang langsung menunjukkan inti persoalan.  Secara umum, latar belakang dibagi minimal menjadi ke3 paragraf dengan isi kandungan

Pada paragraf Pertama : 

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Penguraian tentan apa permasalahan yang tengah dihadapi sehingga perlunya dirancang sebuah info/sistem untuk mengatasi masalah tersebut. Tanpa sistem tersebut, apa resiko atau kendala yang dihadapi. Jika perancangan sistem untuk menambah kemampuan sistem dasar, harus bisa menunjukkan permasalahan/kelemahan sistem yang sudah ada sebelumnya. Tetapi jika merancang sistem baru, dijelaskan masalah yang dihadapi dengan membandingkan dengan sistem konvensional, sehingga tampak dengan jelas keberadaan sistem baru tersebut menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Anda bisa tinjau dari aspek efisiensi atau efektifitas, tunjukkan perbandingan sebelum dan sesudah ada rancangan sistem.

Pada paragraf Kedua :  

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Uraikan beberapa cara yang memungkinkan dapat digunakan untuk mengatasi  permasalahan tersebut. Pilih salah satu cara dan tunjukkan langkah global dengan cara yang dipilih.

Paragraf Ketiga :  

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Uraikan gambaran hasil yang diperoleh apabila rancangan sistem telah selesai. Tunjukkan keuntungan dan manfaat  yang diperoleh dengan metode yang anda gunakan. Nyatakan bahwa uraian di paragrap 1, 2 dan 3 tsb, yang telah mendasari sehinggaanda memilih topik yang anda usulkan. 

3) Rumusan Masalah 

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Masalah yang harus anda dan akan anda cari pemecahannya melalui suatu kegiatan penelitian, hendaknya dirumuskan secara deskriptif dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas yang berguna menambah ketajaman perumusan masalah yang anda ambil.

4) Ruang Lingkup Penelitian
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Masalah yangakan dicari pemecahannya harus terbatasruang lingkupnya agar pembahasannya dapat lebih  terperinci dan dapat dimungkinkan pengambilan keputusan definitif.

5) Tujuan Penelitian 
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian  yang dilakukan. Maksud-maksud yang terkandung di  dalam  kegiatan tersebut baik maksud utama maupun tambahan, harus dikemukakan dengan jelas.

6) Manfaat Penelitian
contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Setiap hasil penelitian pada prisipnya harus berguna sebagai penunjuk praktek pengambilan  keputusan dalam artian yang cukup jelas. Manfaat tersebut baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi obyek yang diteliti dan manfaat bagi peneliti sendiri.

7) Tinjauan Pustaka 
contoh proposal dan penulisannya yang benar secara umum -Tinjauan pustaka menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi- definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan  ilmu atau masalah yang diteliti, yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan skripsi.

8) Metodologi Penelitian/ Cara melakukan Penelitian

contoh proposal dan penulisannya yang benar secara umum -Metodologi penelitian berisikan langkah-langkah yang akan ditempuh kita di dalam penelitian yang meliputi objek penelitian kita, contoh metode  penelitian, contoh teknik pengumpulan data, contoh tahapan penelitian dan jadwal/schedule penelitian tersebut.

9) Daftar KePustakaan/Referensi 

contoh proposal Penelitan dan penulisannya yang benar secara umum -Bahan-bahan yang merupakan referensi / literatur atas penelitian yang dilakukan hendaknya dikemukakan secara jelas,daftar pustaka tersebut disusun dengan  aturan penulisan daftar pustaka seperti lazimnya digunakan dalam penulisan skripsi. Daftar pustaka juga berasal dari 30 Persen jurnal ilmiah yang terkait.


Semoga cepet selesai, nah jadi deh...


Selasa, 25 Agustus 2015

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNSYIAH

ini hanya sebagai contoh penyusunan dan kerangka fikirnya...

proposal
judul anda tentukan

di susun oleh
nama anda
nim anda

Nama Universitas
Alamat Lengkap Universitas






A. JUDUL PENELITIAN

Setelah kita membahas bagaimana cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian. Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:

1. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
2. Memuat variabel penelitian
3. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan
4. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
5. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul;
6. Banyak kata sekitar 15-20 kata

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:

* Menarik minat
* Layak diteliti
* Bermanfaat bagi masyarakat, dll.

Contoh judul penelitian Tindakan kelas antara lain :

1. Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak 1 SMK Negeri 8 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 (Oleh : Ardan Sirodjuddin, S.Pd.)
2. Pembelajaran Berbasis Project Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari Tahun Pelajaran 2007/2008 (Oleh : Dra. Sri Wahyuni Dwiyanti M.Pd).
3. Penggunaan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas III IPS SMA Negeri 1 Randublatung Pada Semester I Tahun Pelajaran 2004/2005. (Oleh : Juremi)
4. Penggunaan “Dakon Elektron” Dalam meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK Negeri 1 Tegal (Oleh : Ibnu Hajar Dewantoro).



B. BIDANG ILMU

Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Bidang penelitian yang diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru, misalnya guru matematika tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Begitupun sebaliknya. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Contohnya pembuatan media pembelajaran.



C. PENDAHULUAN

Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan harus dikemukakan:

1. Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis, yang meliputi:

a. Uraian tentang kedudukan mata pelajaran dalam kurikulum (semester, mata pelajaran yang ditunjang dan mata pelajaran penunjang);

b. Gambaran umum isi mata pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional, RPP, Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan);

c. Metode pembelajaran yang digunakan saat ini.

2. Masalah yang dihadapi guru ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama

proses pembelajaran.

Kriteria masalah yang dapat dibuat PTK adalah :

* Masalah di sekolah/di kelas
* Layak diteliti dan terjangkau PTK
* Perlu ada: identifikasi masalah; analisis masalah.
* Rumusan masalah: singkat; jelas; operasional.
* Bukan permasalahan individual siswa, tetapi masalah kelas;



D. PERUMUSAN MASALAH

Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.

Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas, penting dan mendesak untuk dipecahkan. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya, selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut.

Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :

Substansi:

Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran

Orisinalitas (tindakan):

Perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya

Formulasi: dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut

Teknis:

Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu, dan tenaga).

Contoh perumusan masalah :

* Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
* Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
* Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?
* Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?



E. CARA PEMECAHAN MASALAH

Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/ evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.



F. TINJAUAN PUSTAKA

Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.



G. TUJUAN PENELITIAN

Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.



H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN

Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.



I. METODE PENELITIAN

Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.



J. JADWAL PENELITIAN

Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Contohnya, jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.



K. PERSONALIA PENELITIAN

Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan.



Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.
Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Bila penelitian berkolaborasi)
Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini

Untuk bisa lebih jelasnya dalam membuat Proposal yang baik, dapat membaca buku mengenal PTK karangan penulis di bawah ini. Semoga bermanfaat!

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN PGSD UNSYIAH

hal yang pertama sekali adalah cover

kita contohkan saja


proposal
judul yang telah anda tentukan
di susun oleh
nama anda
nim anda

logo universitas anda
sertakan alamat lengkapnya





BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Dalam upaya meningkatkan kualitas Ilmu pengetahuan yang baik Peningkatan hasil belajar khusunya di Sekolah Dasar tidak akan terjadi tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak.Pendidikan dan pengajaran dapat berhasil sesuai dengan harapan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling berkaitan dan saling menunjang. Faktor yang paling menentukan keberhasilan pendidikan / pengajaran adalah guru, sehingga guru sangat dituntut kemampuannya untuk menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa dengan baik, untuk itu guru perlu mendapatkan ilmu pengetahuan tentang metode dan media pengajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
Pendidkan adalah suatu kompleks perbuatan yang sintematis untuk membimbing anak menuju pada pencapaian tujuan ilmu pengetahuan. Proses pendidikan yang diselenggarakan secara formal disekolah dimulai dari pendidikan formal yang paling dasar (SD)  sampai perguruan tinggi (PT) tidak lepas dari kegiatan belajar yang merupakan salah satu kegiatan pokok dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Pendidikan sebagai kegiatan pembelajaran telah dilakukan seusia manusia itu sendiri sebagai pelaku pendidikan. Meskipun dalam internal teoritis pendidkan dibedakan pendidikan dan pengajaran, namun dalam perkembangan terakhir kedua istilah tersebut dimasukan sama bahkan Kegiatan pendidikan yang dilakukan di lembaga-lembagapendidikan formal (sekolah) tentu ada komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum. Kurikulum merupakan pedoman dalam kegiatan belajar mengajar yang di dalamnya mengatur  berbagai mata pelajaran sesuai dengan tingkat jenjang pendidikan masing-masing sekolah. Pemerintah Indonesia saat ini berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Perubahan yang dibuat pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu dari  kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Perbahan kurikulum didasarkan pada Undang-Undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasioanl dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 bahwa, “Standart Nasioanl Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka pencapaian Pendidikan Nasional”. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan (KTSP) merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia.
Bahasa Indonesia pada dasarnya lahir dan berkembang sebagai konsekuensi dari usaha-usaha manusia baik untuk memahami realitas kehidupan dan alam semesta maupun untuk menyelasaikan permasalahan hidupyang dihadapi, serta mengembangkan dan melestarkan hasil yang sudah dicapai oleh manusia sebelumnya.Usaha-usaha tersebut terakumulasi sedemikian rupa sehingga membentuk tubuh ilmu pengetahuan yang memiliki struktur sendiri.
Struktur ilmu pengetahuan bukan barang jadi dan mapan, karena strukutur tersebut selalu berubah seiring dengan perubahan manusia baik dalam mengidentifikasikan dirinya, memahami alam semesta maupun dalam cara mereka berpikir. Ilmu pengetahuan adalah suatu system dari pembelajaran bagi pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu, hingga menjadi kesatuan, suatu system dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan mamakai metode-metode tertentu.

Salah satu metode yang saat ini popular dalam pembelajaran adalah Metode Pembelajaran Picture and Picture ini merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sitematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh, metode pembelajaran picture and picture adalah suatu metode belajaran yang merupakan sumber gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Metode apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya peserta didik dalam setiap proses pembelajaran inovatif setiap pembelajaran harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda dan selalu menarik minat peserta didik untuk menghasilkan sesuatu atau dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan metoda, teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh  dari proses pembelajaran.
Metode pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembalajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses   pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau software yang lain dan media ini sangat berpengaruh Khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
 B.     Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini ada dua masalah yang perlu dicari jawabannya.
1.      Bagaimana dampak dari penerapan metode pembelajaran picture and picture yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa?
2.      Bagaimana peningkatan motivasi, perhatian dan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kelas IV SD Negeri Bojongwaru?
C.    Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini permasalahan yang dibahas akan dibatasi agar tidak menyimpang dari maksud penelitian. Adapun hal-hal yang membatasi dalam penelitian ini adalah :
1.      Metode pengajaran yang dipakai untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2.      Penggunaan media pembelajaran untuk  meningkatkan kemampuan siswa berupa nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
3.      Studi kasus dilakukan dikelas IV SD Negeri Bojongwaru Tahun ajaran 2013/2014
D.    Tujuan Penelitian
Perumusan tujuan sebaiknya disesuaikan dengan permasalahan yang dikaji dalam penelitian.Ada dua yang ingin dicapai dalam penelitian ini.
1.      Mendeskripsikan proses dan metode pembelajaran Bahasa Indonesia dalam pencapaian nilai dan hasil belajar siswa di SD Negeri Bojongwaru
2.      Mendeskripsikan motivasi, perhatian, dan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Negeri Bojongwaru
E.     Manfaat Penelitian
Sebagai penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini memberikan manfaat pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu seabagai berikut :
1.      Manfaat Teoritis
Secara umum penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.
2.      Manfaat Praktis
Dilihat dari segi praktis, penelitian ini memberikan manfaat antara lain :
1.      Bagi penulis, untuk menegtahui sejauh mana peningkatan hasil belajar setelah dilakukan proses pembalajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode pembalajaran picture and picture.
2.      Bagi guru, dengan metode pembelajaran dapat digunakan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif.
3.      Bagi siswa, dengan metode pembalajaran akan dapat meningkatkan nilai dan motivasi belajar, menumbuhkan rasa saling menghargai, tengggang rasa bersikap sopan dan kemandirian belajar siswa.
4.      Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan perbandingan dan referensi terhadap penelitian yang relevan.

BERDASARKAN PEMBAHASAN OUTLINE DIATAS
JUDUL YANG AKAN DISEMINARKAN

Judul Skripsi

1.      Penerapan Metode Pembelajaran Picture and Picture untuk meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Studi Kasus di Sekolah SD Negeri ).


nah begitulah informasinya semoga bermanfaat, silahkan share ke kawan-kawan

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN ILMU PENDIDIKAN UNSYIAH

mungkin banyak dari sebahagian mahasiswa bingung tentang apa itu proposal dan cara pembuatannya... simak tip proses pembuatan proposal berikut ini
contoh :


proposal
Menggambarkan tentang materi skripsi secara singkat, jelas dan spesifik.
Contoh:
SENTER DENGAN ISI ULANG DARI SUMBER ENERGI MEKANIK
di susun oleh
nama anda
nim anda

logo


nama universitas
alamat universitas


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berisi uraian tentang kenyataan yang melatar belakangi munculnya gagasan pembuatan skripsi, antara lain berupa gambaran tentang keadaan riil lengkap dengan permasalahan yang ada yang perlu diselesaikan. Paragraf berikutnya berisi gambaran keadaan lebih baik yang diharapkan setelah masalahnya terselesaikan dan pentingnya masalah tersebut diselesaikan.
Contoh:
Perkembangan dalam dunia elektronika saat ini sudah merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang pada saat ini tengah berjalan dengan pesat seiring dengan lajunya zaman. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia akan kemudahan dan efisiensi penggunaan energi dalam berbagai bidang, namun bentuk tetap ringkas serta berpenampilan menarik.
Salah satu dari sekian banyak peralatan produk teknologi adalah senter. Sejak pertama kali diciptakan hingga saat ini senter digunakan oleh manusia sebagai alat yang dapat mengeluarkan cahaya untuk membantu manusia agar dapat melihat atau mengidentifikasikan suatu benda yang berada dalam suatu tempat yang kurang mendapatkan cahaya atau bahkan tidak adanya cahaya sama sekali. Kebutuhan senter saat ini sangat dibutuhkan dalam kegiatan-kegiatan seperti navigasi darat, poskamling, nelayan, kebutuhan di rumah di saat mati lampu dan lain sebagainya.
Senter memang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai salah satu sumber cahaya yang praktis. Penggunaan senter tidak dapat terlepas dari ketersediaan energi pada baterai yang digunakan. Selama ini penggunaan senter sering terganggu karena kehabisan energi dari yang digunakan. Senter tersebut dapat digunakan kembali jika baterai diganti atau diisi ulang dengan mengambil energi dari jaringan listrik PLN. Hal ini akan sulit dilakukan bila cadangan baterai habis dan jauh dari jaringan listrik PLN.
Agar penggunaan senter tidak terganggu, bila tidak ada baterai cadangan atau jauh dari PLN diperlukan adanya senter yang sumber energinya tidak tergantung dari dua jenis sumber energi tersebut. Dengan kata lain diperlukan senter yang sewaktu-waktu dapat digunakan.

B. Perumusan Masalah
Berisi tentang masalah-masalah yang akan diselesaikan, alternatif penyelesaian yang bisa dilakukan, alternatif terpilih lengkap dengan argumenmtasi.
dilengkapi dengan keadaan yang diharapkan setelah masalah tersebut terselesaikan.
Contoh:
Pada umumnya sumber energi senter berupa baterai, baik sel kering yang satu kali pakai dibuang, atau baterai yang bisa diisi ulang dengan jaringan listrik PLN. Dengan demikian akan mengalami kendala ketika cadangan baterai habis dan jauh dari jaringan listrik PLN. Untuk mengatasi hal ini diperlukan sebuah senter yang siap digunakan setiap saat. Masalahnya adalah bagaimana mewujudkan sebuah senter yang dapat diisi ulang dengan mudah setiap saat dan dimana saja tanpa tergantung adanya jaringan listrik PLN.

C. Tujuan
Berisi tujuan dilakukannya penelitian atau pembuatan sebuah peralatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Contoh:
Mewujudkan sebuah senter yang dapat diisi ulang dengan mudah setiap saat dan dimana saja tanpa tergantung adanya jaringan listrik PLN.

D`. Kontribusi
Berisi tentang manfaat hasil perancangan yang dilakukan bagi kehdupan masyarakat.
Contoh:
Senter hasil perancagan ini diharapkan dapat digunakan untuk mengatasi kendala kehabisan energi baterai yang dapat terjadi pada saat senter sebagai sumber cahaya benar-benar diperlukan pada saat cadangan baterai habis atau jauh dari jaringan PLN.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tentang teori berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dan upaya penyelesaiannya. Bila diperlukan ada hipotesa bahwa masalah yang ada dapat diselesaikan dengan sistem/alat yang dibuat.

BAB III METODOLOGI

A. Prosedur Perancangan
Berisi tatacara dan langkah-langkan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perancangan yang dilakukan.
Contoh:
Tata cara yang dilakukan untuk mewujudkan senter menggunakan pengisi baterai dengan induksi elektromagnetika mulai darai awal hingga akhir adalah sebagaimana ditunjukan dalam Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Prosedur perancangan

B. Analisis Kebutuhan
Berisi tentang hal-hal yang harus ada pada hasil perancangan agar mampu menyelesaikan masalah yang ada sesuai tujuan.
Contoh:
Sesuai penyelesaian masalah yang akan dilakukan, kebutuhan pokok yang harus ada padfa senter tersebut yang hendak dibangun adalah:
1. Senter yang dirancang harus dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan dengan intensitas cahaya yang sekiranya memenuhi kebutuhan.
2. Pengisian baterai harus dapat dilaksanakan sewaktu-waktu baik pada saat energi baterai habis atau sekedar untuk menambah cadangan energi.
3. Senter tetap haruis relatif ringan sehingga mudah dibawa dan mudah pula dalam pengisian.

C. Spesifikasi dan Desain
Berisi spesifkasi alat yang dirancang, komponen, peralatan uji yang digunakan dan diagram blok peralatan yang akan dirancang.
Contoh:
Secara umum senter yang dirancang mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
• Menggunakan baterai HP
• Lampu yang digunakan adalah LED
• Senter mempunyai ukuran panjang 25 cm dan diameter 4 cm
• Pengisian dapat dilakukan dengan kecepatan kocok 50 kali permenit

Dengan spesifikasi di atas maka komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membangun dan menguji senter ini adalah:
• Komponen berupa:
 Baterai HP Nokia 3,6 volt 600 mAh
 Lampu LED 3,6 volt ... watt
 Penyearah, dengan 4 buah diode silikon 1N400
 Magnet silinder dengan ukuran panjang ... cm dan diameter ... cm
 Kumparan dengan kawat 0,2 mm 2000 lilitan diameter ... cm
 Saklar dan casing
• Alat uji yang digunakan untuk menguji adalah:
 Voltmeter DC, Ampermeter DC, Luxmeter dan Stopwatch
Diagram blok rangkaian senter yanag dirancang adalah seperti terlihat pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Blok diagram rangkaian senter

Keterangan gambar :
a. Induksi : Sebagai penyedia tegangan
b. Dioda penyearah : Sebagai pengubah tegangan AC menjadi
tegangan DC.
c. Baterai : Sebagai penyimpan tegangan
d. Sakelar : Sebagai pemutus dan penghubung arus
listrik dari sumber ke pemakai / beban
e. LED : Sebagai pemancar cahaya.

D. Implementasi dan Verifikasi
Berisi langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan alat serta tahapan-tahapan pengujian yang dilakukan untuk masing-masing blok peralatan yang dirancang.
Contoh:
Setelah jelas spesifikasi dan desain, selanjutnya dilakukan pembuatan dan perakitan masing-masing komponen. Untuk mengetahui apakah masing-masing blok sudah dapat bekerja dengan baik perlu dilakukan verifikasi. Dengan demikian bila ada kesalahan atau kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu sebelum dirangkai dengan blok yang lain.

E. Validasi
Berisi langkah-langkah yang dilakukan saat pengujian peralatan secara keseluruhan, besaran-besaran yang akan diuji, dan ukuran untuk menilai apakah alat sudah bekerja dengan baik sesuai spesifikasi.
Contoh:
Pada tahap ini dilakukan pengujian senter secara menyeluruh, peliputi pengujian fungsional dan pengujian ketahanan sistem. Pengujian fungsional dilakukan untuk mengetahui bahwa sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan prinsip kerjanya. Pengujian ketahanan berkaitan dengan kemampuan snter menyimpan energi, kualitas cahaya yang dihasilkan dan juga seberapa lama senter dapat digunakan. Dari validasi ini dapat diketahui kesesuaian hasil perancangan dengan analisis kebutuhan yang diharapkan.

kira-kira begitulah

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN PKK UNSYIAH

berikut cara penyusunan skripsi yang baik dan benar progran pendidikan PKK untuk mahasiswa unsyiah

silahkan simak 
misalkan :

proposal


PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MARCHING BAND DI SMP YAK ( YAYASAN AMAL KELUARGA ) BANDUNG

di susun oleh

nama anda
nim anda

logo universitas
alamat universitas









A. JUDUL PENELITIAN

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MARCHING BAND DI SMP YAK ( YAYASAN AMAL KELUARGA ) BANDUNG


B. LATAR BELAKANG
Pendidikan bagi peserta didik merupakan salah satu proses perubahan tingkah laku dalam upaya pengembangan dirinya. Perubahan yang terjadi pada perserta didik ini merupakan suatu pemenuhan kebutuhan dalam kehidupannya. Proses pendidikan akan berlangsung dengan baik apabila dalam pelaksanaannya didukung oleh guru yang kompeten. Tujuan pendidikan ini akan membimbing dan mengarahkan peserta didik ke dalam upaya mengembangkan berbagai macam potensi yang dimiliki oleh peserta didik.
Terdapat berbagai macam kompetensi di dalam diri guru. Salah satunya adalah potensi mengajar dalam bidang musik. Walaupun potensi ini merupakan sebuah karunia dari Allah SWT, namun potensi tersebut tidak akan maju dan berkembang, bila tidak diasah dan dikembangkan kompetensinya. Pernyataan McAshan dalam Sanjaya (2006:6): “Kompetensi itu adalah suatu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan atau kapabilitas yang di miliki oleh seorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga mewarnai perilaku kognitif, afektif, dan psikomotoriknya”. Definisi dari pernyataan McAshan di atas adalah bahwa kompetensi itu merupakan suatu ilmu yang telah di miliki oleh seseorang yang di peroleh dari hasil belajar. Ilmu itu dapat berupa Ilmu pengetahuan atau keterampilan. Sehingga dirinya dapat melakukan pekerjaan yang bersifat kognitif atau kemampuan dalam berfikir dan kemampuan psikomotorik atau kegiatan yang bersifat fisik. Salah satu upaya yang paling tepat untuk mengembangkan kompetensi guru  dalam mengajar gitar adalah dengan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi mengajar guru Marching Band.
Lembaga Sekolah di Indonesia pada saat ini mengalami berbagai kemajuan yang signifikan. Walaupun tidak mengacu kepada satu kurikulum yang baku, Salah satu pembelajaran musik yang cukup diminati di lembaga sekolah adalah pembelajaran Marching Band. Hal ini terbukti dari tingginya jumlah peserta didik yang mempelajari alat music Marching Band dari pada alat musik lain. Lembaga sekolah saat ini ada yang berhasil menghasilkan peserta didik yang berkualitas baik, namun ada juga yang kurang berkualitas baik. SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga ) merupakan salah satu lembaga sekolah yang cukup ternama di Bandung.
SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga ) merupakan lembaga sekolah yang selalu mengembangkan kompetensi mengajar bagi guru yang mengajarnya. Hal ini tentu tidak selalu di lakukan oleh lembaga sekolah lain. Pengembangan kompetensi ini berguna untuk meningkatkan kualitas mengajar guru, agar dapat menghasilkan peserta didik yang lebih baik. Selain itu, pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga ) juga dapat di jadikan sebagai sumber inspirasi bagi guru Marching Band, dan Lembaga kursus musik lain. Oleh karena itu, salah satu hal yang membuat peneliti tertarik adalah pengembangan kompetensi mengajar bagi guru yang terdapat di SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga ), khususnya bagi guru Marching Band.
Dari uraian yang telah di paparkan tersebut di atas, penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian tentang pengembangan kompetensi dengan judul ”PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MARCHING BAND DI SMP YAK ( YAYASAN AMAL KELUARGA ) BANDUNG”
dengan harapan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi pendidikan seni musik.

C. RUMUSAN MASALAH
Dari judul penelitian di atas, peneliti akan mengidentifikasi  masalah - masalah yang diangkat dalam penelitian. Adapun masalah penelitian yang perlu diangkat dalam penelitian yang akan penulis lakukan ini, penulis merumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:




D. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana strategi pengembangan kompetensi mengajar yang di gunakan di SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga ).
1.  

E. MANFAAT PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
     1. Penulis
-
-
     2. Pengajar Marching Band
         -
         -

     3. SMP YAK ( Yayasan Amal Keluarga )
         -
         -

     4. Mahasiswa Jurusan Seni Musik Universitas Pasundan Bandung
         -
         -

     5. Masyarakat
-
-

F. DEFINISI OPERASIONAL
Agar penelitian ini sesuai dengan sasaran yang akan di capai, maka diperlukan adanya pembatasan istilah guna menghindari perbedaan penafsiran. Adapun batasan istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Kompetensi
Kompetensi itu adalah suatu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan atau kapabilitas yang dimiliki oleh seorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga mewarnai perilaku kognitif, afektif, dan psikomotoriknya. McAshan dalam Sanjaya (2006:6):
2.      Guru
Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik

3.      Marching Band
Marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan beberapa lagu menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (seperti alat musik tiup, perkusi dan instrumen pit) yang dimainkan secara bersama-sama.
Marching band merupakan kombinasi dari permainan musik dan aksi baris-berbaris para pemainnya.
G. ASUMSI

H. LANDASAN TEORITIS
     1. Kompetensi

     2. Guru

     3. Marching Band



I. METODE PENELITIAN
    1. Metode

    2. Teknik Pengumpulan Data

    3. Teknik Pengolahan data


J. Lokasi dan sampel penelitian

K. SISTEMATIKA PENULISAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I  PENDAHULUAN
BAB II  LANDASAN TEORETIS
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN MASALAH
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP

DAFTAR PUSTAKA


Mulyasa, E., (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nasution, S. (1982). Azas-azas Kurikulum. Bandung: Jemars.
Sanjaya, W. (2006). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.    Jakarta: Kencana
Syah, Muhibbin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. (1994). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

kira-kira begitu

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENDIDIKAN BIMBINGAN KONSELING UNSYIAH

contoh Proposal Pendidikan bimbingan konseling untuk mahasiswa unsyiah

proposal
HUBUNGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP N 4 SEWON BANTUL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Di
Susun oleh
Nama anda


Logo


Nama universitas
Alamat universitas usahakan yang lengkap


B.       Latar Belakang
Percaya diri adalah sesuatu yang membuat manusia menjadi memahami akan kondisi dirinya karena adanya kekuatan didalam jiwa kita. Rasa percaya diri sangat penting dalam hal mengembangkan sikap sosialisasi didalam lingkungan yang baru. Seseorang yang percaya diri akan merasa nyaman pada lingkungan yang bagaimanapun dan kondisi yang seperti apapun karena ia dapat dengan mudah beradaptasi. Akan tetapi tidak semua siswa mempunyai rasa percaya diri yang tinggi bahkan cenderung kurang percaya diri.
Banyak dikalangan remaja yang kurang percaya diri sangat sulit untuk dapat mengembangkan diri terutama dalam hal bersosialisasi. Hal ini dilihat saat mereka berada pada suatu kondisi dan situasi tertentu, sebagai contohnya adalah apabila seorang remaja dihadapkan pada komunitas baru (masuk pada lingkungan yang baru). Gejala kurang percaya diri tersebut muncul ketika dia berbicara atau memulai pembicaraan dengan orang yang baru ia kenal, mudah cemas dan sering salah ucap ketika berbicara. Masalah tersebut harus segera ditangani agar tidak menghambat tumbuh kembangnya dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Akan tetapi tidak semua remaja mengalami rasa kurang percaya diri, banyak juga remaja yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.
Dilihat dari sudut pandang pendidikan, rasa percaya diri sangat menunjang individu untuk memaksimalkan kemampuan yang dimiliki sehingga terhindar dari rasa ragu-ragu yang sering mengganggu. Dilihat dari sudut pandang perkembangan, pada usia pra remaja sangat rentan dengan rasa percaya diri yang dia miliki. Remaja  yang memiliki rasa kurang percaya diri akan menghambat tumbuh kembang anak tersebut dalam beraktifitas dilingkungan sekitar yang dia tempati, baik disekolah, keluarga maupun masyarakat.
Dilihat dari sudut Bimbingan dan Konseling, remaja yang kurang percaya diri akan merasa sangat kesulitan dalam berkomunikasi dengan lawan bicara, yang sering terjadi, mereka sering banyak salah ucap dalam berbicara. Remaja  yang mengalami kurang percaya diri akan menjadi tanggung jawab BK dalam penyelesaian masalah yang dialami individu tersebut.
Berdasarkan berbagai sudut pandang diatas, dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri sangat berpengaruh dalam perkembangan individu untuk mengaktulisasikan diri dengan lingkungan sekitar. Rasa kurang percaya diri adalah suatu keyakinan yang negatif terhadap suatu kekurangannya yang ada diberbagai aspek kepribadiannya, sehingga ia tidak mampu untuk mencapai bernbagai tujuan didalam kehidupannya.
Gejala rasa tidak peraya diri ini umumnya dianggap ringan karena tidak begitu terlihat awalnya, akan tetapi apabila tidak tertangani dengan cepat maka gejala-gejala tersebut akan semakin parah, dan akhirnya berdampak pada diri siswa tersebut, bahkan lingkungan sekitar juga. Lingkungan tersebut bisa didalam lingkungan manyarakat, keluarga dan sekolah.
Sikap seseorang yang menunjukkan rasa kurang percaya diri antara lain, selalu dihinggapi dengan rasa keragu-raguan, mudah cemas, tidak yakin, cenderung menghindar, tidak punya inisiatif, mudah patah semangat, tidak berani tampil didepan banyak orang dan gejala kejiwaan lainnya yang nantinya akan mengahambat seseorang tersebut untuk berbuat sesuatu.
Adapun pelaksanaan layanan yang biasa digunakan didalam istansi Sekolah untuk mengatasi rasa kurang percaya diri tersebut adalah konseling individu, dikarenakan disamping bersifat efisien juga secara tidak langsung siswa tersebut akan belajar untuk bersosialisasi dalam lingkup yang mungkin bisa dikatakan kecil. Konseling itu sendiri adalah proses pemberian bantuan kepada klien (siswa) dalam hal pemecahan masalah.
Konseling individu  merupakan layanan bimbingan khusus antara peserta didik (klien) dengan konselor dan mendapat layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dalam rangka penyembuhan.

C.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana menumbuhkan percaya diri pada siswa kelas VII SMP 4 Sewon Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014?
2.      Bagaimana pelaksanaan konseling individu di sekolah SMP N 4 Sewon Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014?
3.      Bagaimana hubungan layanan konseling individu dengan percaya diri siswa kelas VII SMP N 4 Sewon Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014

D.      Batasan Masalah
Dalam penelitian ini tidak semua masalah diatas diteliti semua tapi dibatasi mengenai hubungan layanan konseling individu dengan kepercayaan diri siswa kelas VII di SMP N Sewon Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014 .

E.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagai mana tersebut didepan, maka permasalahan yang diajukan dalam proposal skripsi ini adalah:
1.      Apakah ada hubungan layanan konseling individu dengan kepercayaan diri siswa di SMP N 4 Sewon Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014.

F.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan:
1.      untuk mengetahui hubungan layanan konseling individu dengan kepercayaan diri siswa kelas VII di SMP 4 sewon bantul.

2.        Manfaat penelitian
1.      Manfaat Teoristis
Hasil penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling yang dapat digunakan sebagai bahan referensi dan dapat memberikan informasi teoristis maupun empiris, khususnya bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan ini.
2.      Manfaat praktis
a.       Bagi program studi bimbingan dan konseling:
b.      Dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan pengetahuan serta bahan perbandingan bagi pembaca yang akan melakukan pengembangan, khusyusnya mengenai layanan konseling individu.
3.      Bagi peneliti
Mendapat pengalaman cara meneliti tentang pengaruh bungan bimbingan belajar terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP N 4 Sewon Bantul. Tahun ajaran 2014/2015.
4.      Bagi sekolah
Hasil penelitian bisa digunakan untuk memberikan sumbangan mengenai hubungan layanan konseling individu dengan percaya diri siswa kelas VII di SMP N 4 sewon.



H. Landasan Teori
1.      Layanan Konseling Individu
a.       Pengertian Bimbingan
Jika ditelaah berbagai sumber akan dijumpai pengertian-pengertian yang berbeda mengenai bimbingan, tergantung dari jenis sumbernya dan yang merumuskan pengertian tersebut. Perbedaan tersebut ddisebabkan kelainan pandangan dan titik tolak, tetapi perbedaan itu hanyalah perbedaan tekanan atau dari sudut mana melihatnya.
Berdasarkan pasal 1 27 peraturan pemerintahan nomor 29/90, “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. “ (Depdikdud, 1994, yang dikutip dewa ketut sukardi,2010:35-36).
Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif lingkungan , baik lingkungan social dan lingkungan fisik, dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula. Pengenalan lingkungan itu, yang meliputi lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan alam sekitar serta “lingkungan yang lebih luas”, diharapkan menunjukan proses penyelesaian diri peserta didik dengan lingkungan yang dimaksud, serta dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan, bidang karir, maupun bidang budaya/keluarga/kemasyarakatan.
Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesetimbangan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah,keluarga,dan masyarakat dan kehidupan pada umumnya. Dalam demikian , dia akan dapat menikmati kebahagian masyarakat pada umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk social.(Rochman Natawidjaja , 1987:31, yang dikutip dewa ketut sukardi,2010:36 ).
Pakar bimbingan yang lain mengungkapkan bahwa:”bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkah perkembangan, yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya.(Moh.surya,1988:12, yang dikutip dewa ketut sukardi,2010:37)
Sedangkan pakar yang lain mengatakan bahwa: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu)atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Kemudian ini mencangkup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri, yaitu: (a) mengenal diri sendiri dan lingkungan, (b) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (c) mengambil keputusan, (d) mengarahkan diri, dan (e) mewujudkan diri. (Prayitno, 1937:35, yang dikutip dewa ketut sukardi,2010:37).
Dengan membandingkan pengertian bimbingan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara trus-menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencangkup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri, yaitu: (a) mengenal diri sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya,(b) menerima diri sendiri dan lingkungan yang positif dan dinamis,(c) mengambil keputusan, (d) mengarahkan diri sendiri, dan (e) mewujudkan diri sendiri.(Dewa ketut sukardi,2010:37)

b.      Pengertian konseling
Konseling sebagai terjemahan dari “counseling” merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai teknik. “layanan konseling adalah jantung hati layanan bimbingan secara keseluruhan” (Sukardi, 1985: 11, yang dikutip  Dewa ketut sukardi,2010:37). Dan Ruth Strang menyatakan bahwa “counseling is most important tool of guidance” (Ruth Strang, 1958, yang dikutip Dewa ketut sukardi,2010:37). Jadi konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan.
Selanjutnya Rochman Natawidjaja mendefinisikan bahwa konseling merupakan satu jenis layanan yan g merupakan bagian terpadu dari bimbingan. Konseling dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua individu, dimana yang seorang (yaitu konselor) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapi pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinyapada waktu yang akan dating. (Rochman Natawidjaja, 1987: 32, yang dikutip Dewa Ketut Sukardi,2010:38).
Pakar lain mengungkapkan bahkan: “konseling itun merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konselisupaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan dating. Dalam pembentukan konsep yang sewajarnya mengenai: (a) dirinya sendiri,(b) orang lain,(c) pendapat orang lain tentang dirinya, (d) tujuan-tujuan yang hendah dicapai,dan (e) kepercayaan diri”. (Moh. Surya, 1988:38, yang dikutip Dewa Ketut Sukardi,2010:38).
Lebih lanjut prayitno (1983:3), mengemukakan: “Konseling adalah pertemuan empat mata antara klien dan konselor yang berisi usaha yang laras, unik, dan human (manusiawi), yang dilakukan dalam suasana keahlian yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.”
Dengan membandingkan pengertian tentang konseling yang dikemukakan pakar di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling merupakan suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara konselor dank lien yang berisi usaha yang laras, unik, human (manusiawi), yang dilakukan dalam suasana keahlian dan yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri dalam masa yang akan datang.
Guru pembimbing yang telah memahami secara benar dan mendasar prinsip-prinsip dasar bimbingan dan konseling ini akan dapat menghilangkan diri dari kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan dalam praktek pemberian layanan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip yang akan dibahas adalah tinjauan dari prisnsip-prinsip secara umum, dan prinsip khusus. Prinsip-prinsip khusus adalah prinsip-prinsip bimbingan yang berkenan dengan sasaran layanan, prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu, prinsip yang berkenaan dengan program layanan, dan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan.(Dewa ketut sukardi,2010:38-39)
c.       Pengertian Layanan Konseling Individu
Layanan konseling individu yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinan peserta didik yang mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing / konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.
Pelaksanaan usaha pengentasan permasalaahan siswa, dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Pengenalan dan pemahaman permasalahan.
2.      Analisis yang tepat.
3.      Aplikasi dan pemecahan permasalahan.
4.      Evaluasi, baik evaluasi awal, proses, ataupun evaluasi akhir.
5.      Tandak lanjut.
Melihat teknik penyelenggaraan konseling perorangan terdapat macam-macam teknik konseling individu yang sangat ditentukan oleh permasalahan yang dialami siswa. Teknik konseling perorangan yang sederhana melalui proses/tahap-tahap sebagai berikut (Dewa ketut sukardi, 2010:63) :
1.      Tahap pembukaaan.
2.      Tahap penjelasan(eksplorasi).
3.      Tahap perubahan tingkah laku.
4.      Tahap penilaian/tindak lanjut.
2.      Percaya diri
a.    Pengertian percaya diri
Dalam kehidupan sehari-hari individu menganggap kriteria orang yang percaya diri adalah sosok yabg sempurna dan kemampuan melakukan apa saja, atau memiliki penampilan fisik tanpa cacat sedikitpun. Diantaranya ada beberapa individu yang tidak percaya diri karena memiliki kekurangan, dalam mengatasi kekurangan tersebut diperlukan adanya kepercayaan diri.
Sedangkan menurut Fatimah(2008:149) kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadapdiri sendiri maupun terhadap lingkungan/ situasi yang diharapkannya.
b.      Ciri-ciri percaya diri
Ciri-ciri individu yang mencapai rasa percaya diri yang proposional menurut Enung Fatimah(2006:149) adalah:
1)      Percaya akan kompetensi atau kemampuan diri sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau rasa hormat orang lain.
2)      Tidak terdorong untuk menunjukan sikap konformasi demi diterima oleh orang lain atau kelompok.
3)      Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain atau berani menjadi diri sendiri.
4)      Mempunyai pengendalian diri.
5)      Memandang keberhasilan atau kegagalan tergantung dari usahanya sendiri atau keadaan dan tidak tergantung pada orang lain.
6)      Mempunyai cara pandangan yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi diluar dirinya.
7)      Memiliki harapan yang realistic terhadap diri sendiri sehingga ketikaharapannya itu tidak terwujud tetapmapu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi
Kepercayaan diri menurut Fatimah (2006:105) Kepercayaan diri dipengaruhi oleh:
a.       Pola asuh
Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang faktor pada asuh dan interaksi di usia dini merupakan faktor yang anak mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.sikap orang tua akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. Orang tua yang menunjukan perhatian, penerimaan,cinta dan kasih saying serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak akan membandingkan rasa percaya diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai mata orang tuanya. Dan meskipun ia melakukan kesalahan dari sikap orang tua, ia melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasih.
b.      Pola piker yang negative
Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dan sebagainya. Reaksi individu terhadap seseorang atau sebuah peristiwa amat dipengaruhi oleh cara segala sesuatu dari dengan rasa percaya diri yang lemah. Cenderungmempersiapkan segala sesuatu dari sisi negative . ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya, semua negatifme, itu berasal.
3.      Kerangka Berfikir Hubungnan Layanan Konseling Individu Dengan Percayaan diri siswa
Layanan konseling individu merupakan bagian yang terintegrasi dari pendidikan makan tujuan layanan konseling berkaitan dengan pendidikan. Layann konseling individu sebagai bagian dari pendidikan yang mempunyai tujuan khusus yaitu membantu siswa agar mengenal dan memahami dirinya, dapat mengembangkan potensi, bakat , dan minat. Sehingga dapat membuat keputusan sendiri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkunyannya. Membuat individu mengembangkan kemampuannya secara optimal. Sehingga siswa dapat menemukan dirinya dan dapat menemukan pilihannya. Keputusan dan penyelesaian diri secara optimal. Membantu siswa mengatasi masalah yang berkaitan dengan percaya diri. Oleh sebab itu guru pembimbing dituntut mengefektifkan layanan konseling individu di sekolahan.
Rasa percaya diri sangat berpengaruh dalam perkembangan individu untuk mengaktulisasikan diri dengan lingkungan sekitar. Rasa kurang percaya diri adalah suatu keyakinan yang negatif terhadap suatu kekurangannya yang ada diberbagai aspek kepribadiannya, sehingga ia tidak mampu.
Dengan demikian dapat diduga layanan konseling individu dengan percaya diri mempunyai hubungan yang saling terikat.

I.       Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh mealui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empiric. (Sugiyono, 2010: 96)
Berdasarakan latara belakang diatas maka hipotesis dari judul proposal ini adalah “ Ada hubungan antara layanan konseling individu dengan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP N 4 Sewon Bantul tahun 2014/2015”


J.        Metode Penelitian
1.      Tempat dan Waktu
 a.  Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP N 4 Sewon Bantul tahun ajaran 2013/2014.
a.       Waktu penelitian
Penelitian di ambil pada tahun 2014.
2.      Pendekatan Penelitian  
Salah satu faktor yang penting dalam penelitian adalah metode penelitian yang termasuk penelitian bidang pendidikan (educational research) khususnya berkaitan dengan motivasi belajar disekolah menengah pertama yaitu di SMP 4 Sewon Bantul.
3.      Variabel PEnelitian
a.       Variabel Bebas
Merupakan variable yang variasinya mempengaruhi variable yang lain. Variable bebas dalam penelitian ini adalah konseling individu.
b.      Variable Terikat
Merupakan variable penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variable lain. Variable terikat dalam penelitian adalah motivasi belajar siswa.



4.      Subyek Penelitian
a.       Populasi dan sampel
1)      Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono,2010:117).
Jadi populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.(Sukardi, 2003:53)
2)      Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.(sugiyono,2010:118)
b.      Instrumen penelitian
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrument angket atau kuesioner karena peneliti mengukur percaya diri siswa. Angket atau kuisoner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui. (Suharsimi Arikunto, 2010:194).
Kelebihan dan kelemahan angket. Kelebihan responden.
1.      Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
2.      Dapat dibuat anonym sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
3.      Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberikan pertanyaan yang bener-bener sama.
4.      Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
Kelemahan angket:
1.      Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehinggaada pertanyaan yang sering terlewati tidak terjawab padahal sukar diulangi diberi kembali kepadanya.
2.      Seringkali sukar dicari validitasnya.
3.      Kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak bener atau tidak jujur.
Angket dibagikan kepada siswa kelas VII SMP 4 sewon Bantul Tahun Ajaran 2013/2014.
c.       Validitas dan reliabilitas
1)      Uji Validitas
Saifuddin A memandang validitas mengandung arti sejauh mana ketepatan dan kecematan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. (Saifudidin, 2006:5-6)
Uji validitas dalam penelitian ini adalah menggunakan validitas isi. Secara teknis pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrument. Dalam kisi-kisi ini terdapat variable yang diteliti, indicator sebagai tolak ukuran nomor butir pertanyaan yang telah dijabarkan di indicator. (Sugiyono, 2010:182)
2)      Uji Relibilitas
                  Relibilitas adalah menunju7kan pada tingkat keterdalaman sesuatu. Data yang reliable adalah data yang dihasilkan dapat dipercaya dan diandalkan.
d.      Teknik Analisis Data
                  Analisis dengan statistik adalah perusahaan untuk memaparkan, menafsirkan, dan menjelaskan data yang diperoleh angka dengan rumus korelasi.
                  Korelasi adalah teknik analisis yang melihat kecenderungan pola dalam satu variabel berdasarkan kecenderungan pola dalam variabel yang lain. Maksudnya ketika satu variabel yang lain apakah juga naik atau turun atau tidak menentu. Jika kecenderungan dalam satu variabel selalu diiukuti oleh kecenderungan dalam variabel lain, kita dapat mengatakan bahwa kedua variabel ini memiliki hubungan atau korelasi. Angka yang dipergunakan untuk menggambarkan derajat hubungan ini disebut koefisien korelasi dengan lambang rxy. Teknik yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi dari variabel dengan skala pengukuran kategorik.
                  Contoh rumus Korelasi Product Momen Pearson antara lain sebagai berikut :
a)      Rumus Pertama
b)      Rumus Kedua
c)      Rumus Ketiga

K.    Sistematis Isi Skripsi
BAB I                  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Indentifikasi Masalah
C.     Pembatasan Masalah
D.    Perumusan Masalah
E.     Tujuan Masalah
F.      Manfaat Hasil Penelitian
BAB II                LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
A.    Kajian Teori
B.     Kerangka Berfikir
BAB III               METODE PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
B.     Pendekatan Penelitian
C.     Variabel Penelitian
D.    Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data
E.     Teknik analisis Data
BAB IV               HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Data
B.     Pembatasan Hasil Penelitian
BAB V                KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




DAFTAR PUSTAKA

Dewa ketut Sukardi. 2010. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.  Jakarta: Rineka Cipta

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: Pustaka Setia
Sugiyono. 2010. Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta



 ok cuman sekian saja dari kami infonya...
semoga cepet sukses dan skripsinya lancar kawan-kawan....!!!